Susilo Bambang Yudhoyono sudah punya pengalaman menjadi presiden, sehingga dia tidak terlalu gagap untuk memilih menteri-menterinya. SBY malah menikmati keampuhannya, dengan mengelus-ngelus jagonya dan sedikit-sedikit mengetes anggota koalisinya.
Terlepas dari itu, kini yang diperlukan adalah terbangunnya kabinet yang kuat dan solid serta kapabel dengan sosok-sosok figur yang andal demi mengangkat dan meningkatkan citra bangsa yang belakangan ini agak tercoreng oleh aksi terorisme dan sebagainya. Dalam hal ini, dibutuhkan figur-figur yang jujur dan pekerja keras serta profesional di bidang masing-masing. Dan yang perlu diperhatikan juga adalah soal integritas pribadi figur-figur yang dipilih agar seluruh kerja mereka benar-benar hanya untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Untuk mencapai tujuan yang dimaksud, yakni membentuk kabinet yang kuat, solid dan kapabel, diharapkan agar tidak diutamakan figur politik dari parpol agar dapat terhindar dari konfl ik kepentingan antara menteri dan partai penyokongnya. Pengangkatan menteri dari lingkungan partai hanya sejauh menjaga soliditas pemerintahan agar tidak terjadi gugatan politik di kemudian hari akibat ketidakpuasan yang muncul dalam perjalanan roda pemerintahan.
Akhirnya, dari semua itu, sangat diharapkan sang presiden terpilih benar-benar memanfaatkan legitimasi tinggi yang diperolehnya dari rakyat untuk memilih kabinetnya yang dapat melintasi kepentingan diri dan kelompok serta mengidentifi kasikan kepentingan bangsa.
Lagi pula, keberhasilan sebuah pemerintahan terutama dalam mengelola kinerja kabinet sangat bergantung pada kemampuan presiden dalam “menakhodai kapal” dengan memberi rasa aman bagi para menterinya untuk bekerja.@
Selasa, 08 September 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar