Selasa, 25 Agustus 2009

Marhaban Ya, Ramadhan

PEMBACA budiman, penghormatan mengenang jasa-jasa para pahlawan dan kegembiraan merayakan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-64 tahun ini benar-benar lain dari tahun-tahun sebelumnya.

Tercatat, selain diikuti dengan peristiwa penting lainnya, semisal penetepan hasil Pilpres, beberapa hari kemudian bulan Ramadan 1430 Hijriah datang. Tak terasa, karena dari segala peristiwa memprihatinkan, menyenangkan, membanggakan hingga ibadah puasa, tiba dalam waktu yang begitu cepat.

Ya, kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Untuk itu, peringatan Proklamasi HUT RI ke-64 harus menjadi momentum untuk berjuang menegakkan kemerdekaan di berbagai bidang. Kita pun paham masih ada hal yang harus diperbaiki, terutama memperbaiki masyarakat yang hidup di bahwa garis kemiskinan. Namun, kita juga harus konsisten untuk bebas dari korupsi dan terorisme yang saat ini masih mengancam keamanan nasional. Merdeka!

Pembaca, kebaikan semasa hidup akan mengharumkan namanya, keburukan akan juga turut menjadi penghias sejarah pada siapapun yang melakukannya. Sadar akan hal itu, sepenggal kalimat yang terucap dalam hati cukuplah menjadi harapan: Semoga Ramadhan yang akan segera tiba menjadi ladang kebaikan yang menggembleng setiap insan untuk mengenal diri dan kesejatian Sang Pencipta. Semoga 30 hari ke depan dapat enjadi waktu terbaik bagi siapapun untuk berlatih dan keluar menjadi pemenang”.

Lagi pula, ibadah puasa, bukan sekedar kewajiban tahunan, dengan menahan lapar dan berbuka, kemudian setelah itu hampir tidak berbekas dalam jiwa ataupun dalam perilaku dalam bersosialisasi di masyarakat, namun puasa lebih kepada kewajiban yang mampu menggugah moral, akhlak, dan kepedulian kepada hal social kemasyarakatan.

Marhaban Yaa Ramadhan! Selamat menunaikan ibadah uasa bagi yang menjalankannya. Semoga Ramadhan mampu membersihkan hati kita, mengembalikan semangat kebaikan yang mulai redup dan memunculkan arti kebahagiaan sesungguhnya yang selama ini dicari. Salam!

0 komentar: